Kamis, 20 September 2012

PERKEMBANGAN MANUSIA, TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA 3 – 15 TAHUN, PERKEMBANGAN ASPEK KEPRIBADIAN

Pokok Bahasan 5 PERKEMBANGAN MANUSIA 5.1 PENGERTIAN PERKEMBANGAN Perkembangan adalah rangkaian perubahan yang bersifat progresif dan teratur yang merupakan hasil dari kematangan dan hasil belajar. Progresif berarti bahwa perkembangan itu terarah ke depan dan bukan ke berakang. Teratur dan jalin menjalin berarti bahwa perkembangan bukan suatu kejadian yang kacau dan bukan suatu proses kebetulan namun perkembangan itu berurutan dan berhubungan antara tahap dan tahap berikutnya. Perkembangan berlangsung melalui proses yang membawa individu ke arah penyelesaian masa tertentu (Pematangan). 5.2 PERBEDAAN PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN Perkembangan diumaksud untuk perubahan pada fungsi rnental psikologi secara progresif yang mernungkinkan terjadinya fungsi-fungsi yang baru pertumbuhan lebih banyak berhubungan dengan aspek-espek fisik atau jasmani yang merupakan penambahan ukuran secara gradual. 5.3 PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN MANUSIA 1. Perkembangan merupakan hasil kematangan dan hasil belajar. 2. Perkembangan masa dini merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. 3. Perkembangan itu berlangsung secara kontinuitas, artinya perkembangan dan pertumbuhan tidak terputus jalanya. 4. Setiap individu mempunyai tempo perkembangan yang berbeda-beda. 5. Perkembangan individu mengarah kepada deferensiasi keseluruhan yang masal. 6. Perkembangan dapat dihambar dan dapat dipelancar , dan lingkungan yang menguntungkan akan menjadi faktor yang melancarkan,sedangkan lingkungan yang tidak menguntungkan akan menjadi Penghambat. 7. Perkembangan berlangsung dari yang bersifat umum ke arah yang khusus. 8. Perkembangan dapat diramalkan. 9. Perkembangan dipengaruhi oleh kematangan pada diri individu yang bersangkutan. 10. Setiap individu yang normal akan melewati fase-fase perkembangan secara bertahap. 5.4 ASPEK-ASPEK PERKEM BANGAN Untuk memudahkan penelahan dilakukan penyederhanaan aspek-aspek perkembangan sebagai berikut: 5.4.1 Aspek fisik; Yang meliputi keadaan fisiologi, anatomi, tampangnya dan kesehatannya. 5.4.2 Aspek intelektual; Termasuk kecerdasan,kemampuan bakat khusus dan bakat umum serta minat. 5.4.3 Aspek emosional; Meliputi jenis-jenis perasaan; cita, kasi, benci, riang, takut, cemas atau giris. 5.4.4 Aspek Sosial; Masalah hubungan individu dengan individu yang lain; individu-masyarakat, individu-sekolah. 5.4.5 Aspek Moral Meliputi keyakinan,agama, nilai-nilai, norma-norma. 5.4.5 Aspek kepribadian ; Meliputi aspek integrasi psikofisik yang menentukan penyesuaian diri individu tehadap lingkungannya secara unik. 5.5 TAHAP-TAHAP DALAM PROSES PERKEMBANGAN MANUSIA Mengenai masa-masa atau perkernbangan , mka biasanya kita menemukan berbagai konsep yang di dasarkan kepada keyakinan baik keyakinan ilmiah atau keyakinan non ilmiah. 5.5.1 Fase-fase perkembangan oleh Athur Jersild; Fase Perkembangan Umur{dalam tahun} 1. Masa sebelum lahir (prenatal) 2. Masa bayi (infancy) 3. Masa awal kanak-kanak (early childhood) 4. Masa kanak-kanak {middle childhood) 5. Masa sebelum remaja (preadolescence) 6. Masa awal remaja (early adolecebce) 7. Masa remaja (middle adolescence) 8. Masa akhir remaja (late adoledence) 9. Masa awaldewasa ( early adulh) 10. Masa dewasa (middle adulhood) 11. Masa akhir dewasa (late adulthood) 12. Masa awal tua (early senescence) 13. Masa tua (senescence) Konsepsi bayi lahir 0-2 2-6 6-11 (P) , 6-13 (L) 11-13 (P) , 13-1s (L) 13-15 (P) , 15-17 (L) 15-18 (p) , 17-19 (L) 18-21 (P) , 19-21 (L) 21-35 35-50 50-65 65-75 75- 5.5.2 Fase perkernbangan menurut Aristoteles sebangai berikut: Tahap I : dari 0;0 sampai 7;0 (masa bermain) Tahap II : dari 7;0 sampai 14;0 (masa Sekolah) Tahap III : dari 14;0 sampai 21; (masa remaja, purbatas) Masa peralihan dari anak menjadi orang dewasa 5.5.3 Fase perkembangan menurur pendapat Frued sebagai berikut: 1. Fase oral; dari 0;0 - 1;0. Pada fase ini mulut adalah bagian dari daerah pokok aktivitas dinamika. 2. Fase Anal; dari 1;0 - 3;0. Pda fase ini dorongan dan dorongan dan tahanan terpusat pada fungsi pembupngan kotoran. 3. Fase Falio; dari 5;0 – 5;0. Pada fase ini alat kelamin merupakan daerah erogen bapian terpenting. 4. Fase Laten; dari 5;0 - 12;0 (13;0) Pada fase ini impuls-impuls cenderung ada dalam keadaan mengendap. 5. Fase Pubertas; dari 12;0 atau 13;0 - 20;0. Pada fase ini impuls-impuls menonjol kembali. Dan apabila impuls-impuls itu dapat dipindahkan dan disublimasikan oleh das Ich dengan berhasil, maka sampailah orang ltu ke fase kematangan yaitu : 6. Fase Genital; Individu yang telah mencapai fase ini telah siap untuk terjun ke dalam kehidupan masyarakat orang dewasa. 5.5.4 Tahap perkembangan menurut pendapat John Piaget Berdasarkan atas perkembangan intelektual individu maka perkembangannya digambarkan sebagai berikut : a. Fase Senso-motorik : dari umur; 0;0 – 2;0 Fase ini ditandai dengan penggunaan pengamatan dan penginderaan terhadap dunia sekitarnya. Perilaku kognitif Nampak antara lain sebagai berikut :  Menyadari dirinya berbeda dengan benda di sekitarnya.  Sensitive terhadap perangsang suara dan cahaya.  Bertahan dalam pengalaman yang menarik.  Cepat memahami lokasi, walaupun berubah. b. Pra-operasional : dari umur 2;0 – 7;0 terbagi dua : a. Pre-conseptual (2;0 – 4;0) berpikir transduktif atau menarik. b. Intuitive (4;0 – 7;0) bersifat egosentris c. Operasional-konkrit (7;0 – 12;0) d. Fase Operasional formal (11;0 – 12;0 – 14;0) – 15;0, dengan perilaku yang Nampak :  Kemampuan berpikir deduktif  Kemampuan mengembangkan sesuatu hal  Mengembangkan posisi  Menarik kesimpulan 5.5.5 Menurut Ruseu tahap perkembangan sebagai berikut : Tahap I Umur 0;0 – 2;0 disebut masa asuhan Tahap II Umur 2;0 – 12;0 disebut masa pendidikan jasmani dan latihan panca indera Tahap III Umur 12;0 – 15;0 disebut masa penggunaan akalnya Tahap IV Umur 15;0 – 20;0 disebut masa pendidikan watak dan pendidikan agama 5.5.6 Perkembangan Berdasarkan Kelompok Umur ; Perkembangan Pada Masa Prenatal a. Tahap Ovum, Pertumbuhan sel-sel secara cepat, dari 2 sel menjadi 4 sel menjadi 8 sel sampai 26 milyar pada orang dewasa. b. Tahap Embrio, Berkembang melalui dua kategori yaitu :  Ectodern  Mesodern c. Tahap Fetus Yaitu masa dua bulan akhir prenatal sampai lahir bayi bentuk tubuh semakin sempurna Perkembangan setelah lahir (masa bayi) ; 1. Masa Bayi ; umur 0;0 – 1;0  Bayi umur 2 minggu menangis untuk pertama, untuk mengisi paru-paru karena masih kosong.  Masa ini termasuk masa kritis untuk menentukan perkembangan masa selanjutnya. 2. Masa anak kecil ; 1;0 – 2;0  Pertumbuhan badan dan motorik.  Perkembangan intelegensi, sebagai hasil interaksi kematangan dengan belajar. 3. Masa Prasekolah ; umur 2;0 – 5;0  Perkembangan intelegensi; dengan mengenal nama-nama benda dan symbol-simbol atau tanda merah dan sebagainya, yang ada di sekitarnya.  Perkembangan daya ingat, suka nalar, dan kuat.  Kemauan; anak sering menyukai gurunya, sangat patuh dan giat. 4. Masa Adolecence ; dapat disebut ;  Masa perkembangan kea rah dewasa yang meliputi kematangan organ seksual, aspek fisik, aspek mental, aspek emosi, dan aspek social dengan pola perkembangan.  Masa Pubertas adalah bagian dari masa adolencence yaitu suatu periode permulaan masa adolencence. Ciri-ciri Primer Masa Adolecence :  Adanya perubahan organ seks.  Adanya menstruasi bagi wanita untuk pertama kali.  Adanya produksi sel-sel sperma pada laki-laki. Ciri-ciri Sekunder :  Ada perubahan bentuk tubuh, maka tumbuh rambut di ketiak dan kemaluan, bertambah bersarnya dada dan pinggang bagi wanita, dan berkumis / jenggot bagi laki-laki, serta suara besar. Ciri-ciri Tertier :  Adanya perubahan tingkah laku, sikap, emosi, dan minat.  Adanya tingkah laku yang kurang menyenangkan bagi orang lain. 5.5.7 Faktor-faktor yang berasal dari luar diri si anak yang mempengaruhi perkembangan antara lain sebagai berikut : 1. Gizi : Pada setiap usia memerlukan makanan yang cukup mengandung vitamin, dan bukan ukuran banyaknya yang diperhatikan adalah terpenuhinya segala kebutuhan bagi tubuh. 2. Udara yang segar dan sinar matahari Situasi dan lingkungan yang baik sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan tubuh. 3. Luka dan Penyakit : Luka dalam kepala dan keracunan obat-obatan akan menghambat dalam perkembangan sampai batas-batas waktu tertentu. 4. Ras dan Kebudayaan : Perbedaan ras dalam perkembangan anak dari Mediterania lebih cepat matang daripada anak dari Eropa Utara. Sedangkan faktor-faktor bidaya hanya member cara pada dasar tingkah laku. 5. Kedudukan dalam keluarga : Anak kedua, ketiga dan keempat pada umunya berkembang lebih cepat dari anak pertama. Biasanya anak bungsu lebih lambat berkembang dan kematangannya karena dimanja. Pokok Bahasan 6 TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA 3 – 15 TAHUN 6.1 PENGERTIAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN Tugas perkembangan ialah tugas yang muncul pada fase-fase tertentu dalam kehidupan individu. Keberhasilan dalam tugas perkembangan tersebut akan membawa kebahagiaan dan keberhasilan dalam perkembangan selanjutnya. Ada muncul tugas-tugas akibat kematangan fisik, misalnya : berjalan. Ada tugas lain yang berkembang akibat tekanan kebudayaan dalam masyarakat, misalnya : membaca. Adapula tugas lain yang tumbuh dari nilai dan aspirasi individu, misalnya : memilih pekerjaan. 6.2 TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA 3 – 5 TAHUN a. Belajar berjalan b. Belajar memegang makanan yang tidak cair c. Belajar bercakap. d. Belajar menguasai buang air kecil dan air besar. e. Belajar mengenai perbedaan jenis kelamin. f. Belajar mencapai kestabilan jasmani. g. Belajar mengadakan hubungan emosional dengan orang tua dan saudara-saudaranya. h. Belajar membedakan yangh benar dan yang salah. 6.3 TUGAS PERKEMBANGAN PADA MASA SEKOLAH (6-12 TAHUN) a. Belajar menguasai keterampilan-keterampilan fisik untuk permainan yang umum. b. Membentuk sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh. c. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelmain. d. Mengembangkan keterampilan yang fundamental dalam membaca, menulis, dan berhitung. e. Mengembangkan konsep yang diperlulam dalam kehidupan sehari-hari. f. Mengembangkan pembentukan kata hati, moral dan skala nilai. g. Mengembangkan sikap yang sehat terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga. 6.4 TUGAS PERKEMBANGAN PADA MASA ADOLESEN ; (12 – 15 TAHUN) a. Menerima keadaan fisik dan menerima peranan sebagai pria atau wanita. b. Hubungan baru dengan teman sebaya baik pria maupun wanita. c. Kebebasan ketergantungan emosional dari orang tua atau orang lain. d. Memilih dan memeprsiapkan diri untuk suatu jabatan. e. Mengembangkan keterampilan intelektual. f. Menciptakan suasana untuk mencapai tingkah laku sosial yang bertanggung jawab. g. Mempersiapkan diri untuk berumah tangga atau berkeluarga. h. Membentuk nilai-nilai kata hati yang serasi. 6.5 TUGAS PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA a. Memilih teman hidup b. Belajar hidup berkeluarga c. Membina keluarga d. Mengasuh anak e. Mengendalikan rumah tangga f. Memikul tanggung jawab sebagai warga Negara g. Menemukan kelompok sosial yang sesuai 6.6 TUGAS PERKEMBANGAN PADA USIA LANJUT a. Menyesuaikan kekuatan fisik b. Menyesuaikan diri dengan sosial ekonomi c. Menyesuaikan diri terhadap kematian teman hidupnya d. Mengadakan kelompok orang sebaya tua e. Menciptakan pengaturan hidup yang memuaskan. Pokok Bahasan 7 PERKEMBANGAN ASPEK KEPRIBADIAN 7.1 PENGERTIAN Istilah kepribadian berasal dari kata latin “persona” yang artinya topeng. Dengan kata lain kepribadian adalah gambaran keseluruhan tentang tingkah laku yang tersusun yang dapat ditandai oleh orang lain secara konsisten. Atau, kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis daripada susunan jasmani dan rohani individu yang mentukan dalam penyesuaian dirinya dengan lingkungan. (a) Pola Kepribadian Kepribadian terdiri dari beberapa komponen di antaranya ada yang bersifat subyektif ; sukar dipelajari dan diukur. (b) Komponen obyektif kepribadian : Ukuran badan, faktor-faktor mekanis dan faktor kimiawi yang terdapat di dalam tubuhnya yang mempengaruhi kecepatan dan kekuatan gerakan-gerakannya, cara-cara bertindak, bakat dan kecakapannya dan keduanya bersifat fisik dan intelektual. (c) Perkembangan Konsep Diri : Kepribadian seseorang terbentuk berdasarkan konsepnya tentang dirinya sendiri atau konsep diri. Konsep diri itu terbagi dua, yaitu :  Konsep primer, konsep ini diperoleh dari lingkungan kelompok keluarganya.  Konsep sekunder, konsep ini diperoleh dari lingkungan lainnya. (d) Perubahan Dalam Kepribadian Perubahan yang terjadi sebagian besar terdiri dari membangun di atas sifat yang telah ada, dan bukan pengembangan suatu yang baru dan berbeda. (e) Penyebab peubahan kepribadian digolongkan 3 kategori besar :  Faktor-Faktor Jasmaniah atau Organik.  Faktor-Faktor Lingkungan Sosial dan Kultural.  Faktor_Faktor dalam diri Individu. (f) Faktor-faktor Kepribadian : 1. Faktor fisik : Bentuk jasmaniah anak mungkin disenangi atau tidak disenangi orang lain, mengenai wajahnya, perwatakannya, dan kesehatannya. 2. Kesehatan fisik : Kesehatan anak tidak hanya mempengaruhi tingkah laku, tetapi akan membawa atau meberikan bekas yang lama terhadap kepribadiannya. 3. Pakaian : Corak pakaian akan membawa pengaruh terhadap perkembangan kepribadian. Anak sangat peka akan sikap orang lain. 4. Nama Anak : Nama yang diberikan pada anak memungkinkan membawa dampak psikologis ; misalnya dengan memperolok-olokan nama itu. 5. Faktor Inteligensi : Inteligemsi yang bertaraf sedang akan mudah dalam menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungannya, dibandingkan dengan anak yang inteligensinya rendah atau tinggi. 6. Pengaruh Keluarga : Bentuk dan corak kehidupan di rumah membawa pengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak. 7.2 PERKEMBANGAN FISIK DAN MOTORIK  Perkembangan fisik mencaku perkembangan ukuran tinggi badan dan berat badan.  Perkembangan motorik perkembangan yang mencakup perkembangan motorik kasar dan halus.  Perkembangan koordinasi sensomotorik yang mencakup penggunaan pengamatan penginderaan dan gerakan-gerakan yang spontan dengan mengadakan reaksi-reaksi yang spontan dan berulang dengan efektif. Misalnya gerakan menelungkup, duduk, merangkak, berjalan, dan lain-lain. 7.3 PERKEMBANGAN KOGNITIF  Tahap berdikir sensoris ; berarti anak menyesuaikan diri dengan lingkungannya tanpa mempergunakan bahasa. Berpikir sensoris terdiri dari enam tahap : 1. Tahap reflektif, 2. Tahap reaksi sirkuler, 3. Tahap reaksi sirkuler sekunder, 4. Tahap Koordinasi reaksi sekunder, 5. Tahap rekasi sirkuler tetier, 6. Tahap akhir. 7.4 PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial bagi anak bukan lagi seksedar ibu dan ayahnya, namun telah mengenal orang lain yang ada di sekitarnya. Anak telah mengenal lingkungan keluarga dan lingkungan orang lain. 7.5 PERKEMBANGAN EMOSIONAL Dengan berbagai reaksi emosional yang biasa dialami oleh anak secara proses dan mekanisme penyebabnya (misalnya marah, iri hati, atau cemburu, senang, benci, takut dan agresif). 7.6 PERKEMBANGAN BAHASA Dengan dimulainya mengeluarkan bunyi yang tidak berarti, mengoceh dengan kalimat satu kata, yang lama kelamaan perkembangan menuju kepada penyusunan kalimat berstruktur sederhana sampai dengan kalimat yang komplek. 7.7 PERKEMBANGAN MORAL Melalui proses perkembangan moralitas dengan penanaman disiplin dan kepatuhan terhadap ketentuan norma pada anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar